Menulis artikel jurnal dari skripsi dan tesis merupakan langkah penting bagi mahasiswa maupun akademisi yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya. Sayangnya, banyak yang mengira proses ini hanya sekadar menyalin isi skripsi atau tesis lalu mengirimkannya ke jurnal. Padahal, menulis artikel jurnal memiliki struktur, gaya bahasa, dan standar ilmiah yang berbeda.
Tidak sedikit naskah artikel jurnal yang ditolak bukan karena penelitiannya buruk, melainkan karena penulis belum memahami cara mengonversi skripsi atau tesis menjadi artikel jurnal yang ringkas, fokus, dan sesuai kaidah publikasi ilmiah. Oleh karena itu, memahami tips menulis artikel jurnal dari skripsi dan tesis menjadi hal yang sangat penting.
Mengapa Skripsi dan Tesis Perlu Diubah Menjadi Artikel Jurnal?
Skripsi dan tesis umumnya ditulis sangat panjang, detail, dan mengikuti format institusi pendidikan. Sementara itu, artikel jurnal ditujukan untuk komunitas ilmiah yang lebih luas, sehingga harus:
Lebih ringkas dan fokus
Menonjolkan kebaruan (novelty) penelitian
Mengikuti gaya selingkung jurnal
Menggunakan bahasa ilmiah yang padat dan lugas
Publikasi artikel jurnal juga memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan reputasi akademik, memperkaya portofolio ilmiah, serta menjadi syarat kelulusan atau kenaikan jabatan fungsional di beberapa institusi.
Berikut Tips agar Artikel Kamu Lolos Publikasi
1. Tentukan Fokus Penelitian yang Paling Kuat
Kesalahan umum saat menulis artikel jurnal dari skripsi dan tesis adalah memasukkan terlalu banyak pembahasan. Ingat, artikel jurnal bukan ringkasan skripsi, melainkan penyajian satu fokus utama yang paling signifikan.
Tips menentukan fokus:
Pilih satu atau dua rumusan masalah paling penting
Utamakan hasil penelitian yang paling baru dan relevan
Abaikan pembahasan tambahan yang kurang berdampak
Dengan fokus yang jelas, artikel jurnal akan lebih tajam dan mudah dipahami oleh reviewer.
2. Sesuaikan Struktur dengan Template Jurnal
Setiap jurnal memiliki template dan gaya masing-masing. Namun, secara umum struktur artikel jurnal meliputi:
Judul
Abstrak
Kata kunci
Pendahuluan
Metode penelitian
Hasil dan pembahasan
Kesimpulan
Daftar pustaka
Sementara skripsi dan tesis memiliki bab yang lebih panjang dan detail, artikel jurnal menuntut penyederhanaan tanpa menghilangkan substansi ilmiah.
3. Buat Judul Artikel yang Spesifik dan Menarik
Judul artikel jurnal harus mencerminkan isi penelitian secara jelas dan spesifik. Hindari judul yang terlalu umum atau terlalu panjang.
Contoh:
Kurang tepat: Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Lebih baik: Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan Manufaktur
Judul yang baik akan meningkatkan peluang artikel ditemukan di mesin pencari dan menarik minat pembaca jurnal.
4. Tulis Abstrak Secara Padat dan Informatif
Abstrak adalah bagian yang paling sering dibaca oleh editor dan reviewer. Oleh karena itu, abstrak harus merangkum seluruh isi artikel dalam satu paragraf.
Abstrak ideal memuat:
Latar belakang singkat
Tujuan penelitian
Metode yang digunakan
Hasil utama
Kesimpulan singkat
Gunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan hindari sitasi dalam abstrak.
5. Ringkas Pendahuluan Tanpa Kehilangan Konteks
Pendahuluan pada skripsi dan tesis biasanya sangat panjang. Dalam artikel jurnal, pendahuluan harus langsung pada inti masalah.
Pendahuluan artikel jurnal sebaiknya mencakup:
Latar belakang masalah secara singkat
Tinjauan pustaka utama yang relevan
Celah penelitian (research gap)
Tujuan penelitian
Usahakan pendahuluan tidak lebih dari 20–25% dari total isi artikel.
6. Sederhanakan Metode Penelitian
Metode penelitian dalam artikel jurnal tidak perlu terlalu detail seperti pada skripsi atau tesis. Cukup jelaskan hal-hal penting yang memungkinkan penelitian direplikasi.
Fokuskan pada:
Jenis dan desain penelitian
Subjek atau objek penelitian
Teknik pengumpulan data
Teknik analisis data
Gunakan kalimat singkat dan jelas agar mudah dipahami.
7. Sajikan Hasil dan Pembahasan Secara Efektif
Bagian hasil dan pembahasan adalah inti dari artikel jurnal. Hindari mengulang data mentah secara berlebihan.
Tips penting:
Sajikan hasil utama dalam tabel atau grafik
Jelaskan temuan paling signifikan
Bandingkan hasil dengan penelitian sebelumnya
Tunjukkan kontribusi penelitian kamu
Pembahasan yang baik menunjukkan kemampuan penulis dalam menganalisis, bukan sekadar melaporkan data.
8. Buat Kesimpulan yang Tegas dan Relevan
Kesimpulan dalam artikel jurnal harus menjawab tujuan penelitian secara langsung. Hindari memasukkan data baru atau pembahasan panjang.
Kesimpulan ideal:
Singkat dan jelas
Menyampaikan implikasi hasil penelitian
Memberi saran singkat untuk penelitian selanjutnya (opsional)
9. Perhatikan Sitasi dan Daftar Pustaka
Gunakan sumber pustaka yang relevan dan terbaru, terutama dari jurnal ilmiah. Pastikan gaya sitasi sesuai dengan ketentuan jurnal, seperti APA, Chicago, atau Vancouver.
Disarankan menggunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero agar lebih rapi dan konsisten.
10. Sesuaikan Bahasa dengan Standar Jurnal
Bahasa artikel jurnal harus:
Formal dan ilmiah
Objektif dan logis
Bebas dari opini pribadi yang tidak didukung data
Jika jurnal tujuan menggunakan bahasa Inggris, pastikan tata bahasa dan struktur kalimat sudah diperiksa dengan baik, bisa menggunakan proofreading profesional.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering menyebabkan artikel jurnal ditolak:
Menyalin skripsi atau tesis tanpa penyederhanaan
Tidak mengikuti template jurnal
Fokus penelitian terlalu luas
Referensi kurang mutakhir
Bahasa tidak akademik
Menghindari kesalahan ini akan meningkatkan peluang artikel kamu diterima.
Penutup
Menulis artikel jurnal dari skripsi dan tesis memang membutuhkan strategi dan ketelitian. Proses ini bukan sekadar memendekkan tulisan, tetapi mengemas ulang hasil penelitian agar sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Dengan memahami struktur artikel jurnal, memilih fokus penelitian yang tepat, serta mengikuti gaya selingkung jurnal, peluang publikasi akan semakin besar.
Jika dilakukan dengan benar, skripsi dan tesis kamu tidak hanya menjadi arsip akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.